Touring Trowulan Park 21 November 2010

Tampilkan postingan dengan label Terpilih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terpilih. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Januari 2011

Ande - Ande Lumut


Ande Ande Lumut (variasi ejaan: Ande-ande Lumut) adalah cerita rakyat yang berasal dari Jawa. Cerita ini dikenal dalam berbagai versi. Versi yang banyak dikenal dan "tradisional" adalah yang mengaitkannya dengan bersatunya (kembali) Kerajaan Jenggala dan Kediri.

Cerita ini mengisahkan tentang Pangeran Kusumayuda (dianggap sebagai personifikasi Kamesywara, raja Kadiri) yang bertemu dengan Kleting Kuning (bahasa Jawa: Klething Kuning), si bungsu dari empat bersaudara anak seorang janda yang tinggal di salah satu desa bawahan ayah Pangeran Kusumayuda memerintah. Kleting Kuning sebenarnya adalah anak angkat, yaitu putri dari Kerajaan Jenggala, yang kelak dikenal sebagai Dewi Candrakirana. Diam-diam mereka saling mengingat. Dalam hati, Pangeran Kusumayuda tahu, gadis seharum bunga mawar itu adalah calon permaisuri Kerajaan Banyuarum yang paling sempurna. Sayang, mereka tak pernah bertemu lagi.

Beberapa tahun kemudian, seorang pemuda tampan bernama Ande Ande Lumut mengumumkan bahwa dia sedang mencari istri. Tak seperti gadis-gadis desa lain, termasuk juga saudara-saudara Kleting Kuning, Kleting Kuning enggan pergi sebab dia masih mengingat Pangeran Kusumayuda. Namun berkat nasihat dari bangau ajaib penolongnya, maka akhirnya Kleting Kuning pun turut serta.


Dalam perjalanannya, ternyata mereka harus menyeberangi sungai yang lebar. Pada saat itu, muncullah penjaga sungai berwujud yuyu raksasa bernama Yuyu Kangkang. Yuyu Kangkang menawarkan jasa untuk menyeberangkan mereka dengan catatan diberi imbalan bersedia dicium olehnya setelah diseberangkan. Karena terburu-terburu, semua gadis-gadis desa yang lain segera saja menyetujuinya, dengan pemikiran bahwa sang pangeran tidak akan mengetahuinya. Hanya si bungsu Kleting Kuning yang menolak untuk dicium Yuyu Kangkang. Ketika Yuyu Kangkang bermaksud memangsanya, Kleting Kuning melawannya dengan senjata yang dititipkan oleh ibunya. Karena hanya si bungsu yang tidak dicium Yuyu Kangkang, jadilah Ande Ande Lumut memilih si bungsu sebagai pendampingnya. Barulah saat itu Kleting Kuning menyadari bahwa pemuda Ande Ande Lumut adalah Pangeran Kusumayuda, pemuda idamannya.

Kisah Ande Ande Lumut banyak didokumentasikan, meskipun kisah ini sebelumnya diwariskan secara lisan. Diduga kisah ini berasal dari era Majapahit. Berbagai buku cerita untuk anak memuat banyak versi kisah ini. Demikian pula di majalah-majalah kisah ini ditulis ulang. Rekaman dalam bentuk kaset juga pernah dibuat (oleh Sanggar Prativi).



Jumat, 14 Januari 2011

Rama Bridge | Jembatan Berusia 1 Juta Tahun


Jembatan Adam, juga disebut Rama Setu berarti "Jembatan Rama", adalah rantai batu kapur antara pulau Mannar, didekat Sri Lanka barat laut dan Rameswaram, di pantai tenggara India. Menurut kepercayaan Hindu, jembatan ini dibangun oleh Rama, inkarnasi Dewa Wisnu, untuk menyelamatkan Sita yang diculik ke Alengka oleh Rahwana, seperti yang ditulis dalam kisah Ramayana. Banyak inskripsi, koin, panduan pengelana tua, referensi lama, peta religius kuno menandakan struktur ini dianggap suci oleh umat Hindu

Nama

Jembatan itu pertama kali disebutkan dalam wiracarita berbahasa Sanskerta, Ramayana, gubahan Walmiki. Dunia barat pertama kali menemukannya dalam buku "karya bersejarah di abad ke-9" oleh Ibnu Khordadbeh dalam Buku tentang Jalan dan Negara (sekitar 850 M), merujuk kepada tempat yang disebut Set Bandhai atau "Jembatan Laut".

Nama Jembatan Rama atau Rama Setu (dari bahasa Sanskerta; Setu berarti jembatan) diberikan kepada bentang alam mirip jembatan ini di Rameshwaram, karena legenda Hindu mengidentifikasinya sebagai jembatan yang dibangun oleh Wanara (manusia kera), tentara Rama, yang digunakan untuk mencapai Alengka dan menyelamatkan istrinya Sita dari raja Rakshasa, Rahwana, sebagaimana dinyatakan dalam wiracarita Ramayana.

Karena memisahkan laut India dan Sri Lanka, wilayah itu disebut Sethusamudram yang berarti "Jembatan Laut". Petanya dibuat oleh pembuat peta Belanda pada tahun 1747, tersimpan di Perpustakaan Saraswati Mahal di Tanjore, menunjukkan wilayah ini sebagai Ramancoil, dari bahasa Tamil "Raman Kovil" (Kuil Rama)[5] Peta lain disusun oleh J. Rennel tahun 1788 diambil dari perpustakaan yang sama, menyebut daerah ini sebagai Kuil Rama.[6] Peta lainnya terdapat di atlas sejarah Schwartzberg dan sumber-sumber lain menyebut daerah ini dengan berbagai nama seperti koti, Sethubandha dan Sethubandha Rameswaram. Ramayana gubahan Walmiki menyatakan pembangunan jembatan ini di bawah komando Rama dalam ayat 2-22-76.

Peta pertama yang menyebut daerah ini Jembatan Adam (Adam's bridge) dibuat oleh pembuat peta dari Inggris pada tahun 1804, merujuk kepada legenda Islam, yang menyatakan bahwa Nabi Adam menggunakan jembatan untuk mencapai Puncak Adam di Sri Lanka, dimana ia berdiri bertobat dengan satu kaki selama 1.000 tahun , meninggalkan tanda berupa lubang besar menyerupai tapak kaki. Baik puncak maupun jembatan diberi nama menurut legenda ini.



Evolusi geologi dan usia


Rama Bridge merupakan salah satu "Mysterious Places in the World’s". Jembatan purba misterius sepanjang 18 mil (30 Km) yang menghubungkan Pulau Mannar (Srilanka) dan Pulau Pamban (India) ini diperkirakan telah berumur lebih dari 1.000.000 tahun. Citra dari Jembatan Adam itu sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut). Status dari jembatan tersebut masih merupakan misteri hingga saat ini, dan menurut tafsiran para ahli, diperkirakan Jembatan Adam erat kaitannya dengan wiracarita terkenal India, Ramayana.

Departemen arkeologi Sri Lanka telah mengeluarkan suatu pernyataan yang menyebutkan usia Jembatan Adam mungkin berkisar di antara 1.000.000 hingga 2.000.000 tahun, namun apakah jembatan ini benar-benar terbentuk secara alami ataukah merupakan suatu mahakarya manusia, hal itu belum bisa mereka terangkan.

S.U.Deraniyagala, Direktur Jenderal Arkeologi Srilanka yang juga merupakan pengarang buku Early Man and the Rise of Civilization in Sri Lanka: the Archaeological Evidence mengatakan bahwa peradaban manusia telah muncul di kaki Gunung Himalaya sekitar 2.000.000 tahun silam. Walaupun menurut para sejarawan peradaban paling awal didaratan India adalah peradaban bangsa Ca, hal itu bukan merupakan suatu jaminan bahwa terdapat peradaban yang lebih tua lagi dari mereka sebelumnya. Para sarjana menaksirkan bahwa mungkin jembatan purba ini dibangun setelah daratan Sri Lanka terpisah oleh India jutaan tahun silam.


Catatan dari Ramayana


Menurut wiracarita Ramayana, jembatan itu dibangun oleh pasukan manusia kera (wanara) dibawah pengawasan Rama, dan dalam pewayangan Jawa disebut "Situbanda" atau "Situbandalayu". Maksud dari pembangunannya sendiri ialah sebagai tempat penyebrangan menuju Kerajaan Alengka dalam misi untuk menyelamatkan Dewi Sita (Sinta), dimana pada saat itu Dewi Sita sedang berada dalam masa penculikannya oleh Raja Kerajaan Alengka, yaitu Rahwana.

Menurut agama Hindu, sejarah dunia terbagi menjadi 4 masa, yaitu Satyayuga (1.728.000 tahun), Tretayuga (1.296.000 tahun), Dwaparayuga (864.000 tahun) dan Kaliyuga (432.000 tahun). Tahap sekarang menurut kalender mereka ialah Kaliyuga. Kisah dalam Ramayana, menurut Kalender Hindu, terjadi pada masa Tretayuga. Berarti menurut catatan dalam epos tersebut, usia dari Jembatan tersebut berkisar 1.700.000 tahun.


Sumber :

Kamis, 30 Desember 2010

Igloo | Rumah Balok Salju

Igloo atau iglo (bahasa Inuktitut: iglu , "rumah", bentuk jamak: iglooit atau igluit) adalah rumah atau tempat tinggal sementara, berbentuk kubah dan dibangun dari balok-balok salju. Walaupun igloo identik dengan tempat tinggal orang Inuit, igloo banyak dibangun orang Kanada yang tinggal di Arktik Tengah dan wilayah Thule di Greenland. Salju juga digunakan sebagian orang Inuit untuk melapisi rumah yang dibangun dari tulang ikan paus dan kulit hewan. Salju cocok digunakan sebagai insulator (bahan penyekat) dari cuaca dingin. Suhu ruangan di dalam igloo jauh lebih hangat, dan memungkinkan manusia untuk hidup walaupun suhu di luar bisa mencapai -46 °C.

Asal-usul kata

Dalam bahasa Inuktitut, "igloo" atau iglu adalah nama umum untuk rumah dalam segala bentuk. Sejak abad ke-20, istilah igluvigaq (bentuk jamak: igluvigait) sering digunakan untuk rumah yang dibangun dari salju, agar berbeda dengan istilah untuk rumah biasa.

Igloo tampak samping:
  1. ruang keluarga/ruang tidur
  2. pintu masuk dan tempat penyimpanan barang
  3. jendela
  4. ventilasi
Jenis igloo

Iglo terdiri dari 3 jenis yang dibedakan menurut besar ruangan dan kegunaan:

  1. Igloo tipe kecil untuk tempat berlindung sementara (semalam atau dua malam) yang sering dibangun pemburu sewaktu berburu di padang atau lautan es.
  2. Igloo semipermanen berukuran sedang untuk tempat tinggal keluarga. Di dalamnya hanya terdiri dari 1 ruangan yang bisa ditinggali bersama oleh 2 keluarga. Sejumlah igloo semipermanen di suatu daerah membentuk permukiman "desa orang Inuit".Igloo berukuran besar yang dibuat untuk kesempatan khusus. Dibangun dari igloo berukuran lebih kecil yang dirombak agar menjadi lebih besar, tapi bisa juga merupakan bangunan baru. Di dalam igloo berukuran besar terdapat 5 ruangan dan dapat menampung sampai 20 orang.
  3. Igloo berukuran besar bisa juga dibangun dari beberapa igloo berukuran kecil yang dihubungkan dengan terowongan, sehingga hanya ada satu jalan masuk untuk beberapa igloo. Di dalam igloo berukuran besar bisa diadakan pesta bersama, dansa tradisional (musik Inuit dan Katajjaq).

Cara membuat igloo

Salju yang mengeras akibat terpaan angin cocok untuk membangun igloo, karena terpaan angin membuat kristal es menjadi saling berpaut. Salju menjadi keras tapi masih cukup lunak untuk dipotong. Blok-blok salju dipotong dan disusun sebagai dinding. Lubang bekas galian salju dijadikan ruangan depan di dekat pintu masuk. Bagian dalam yang lebih tinggi dijadikan ruang keluarga dan ruang tidur. Terowongan kecil sering dibangun di depan pintu masuk, agar angin dari luar tidak langsung masuk ke dalam dan kehangatan dari dalam tidak lari ke luar sewaktu pintu dibuka. Salju merupakan bahan pelapis yang baik, sehingga ruangan di dalam igloo bisa dijadikan tempat tinggal yang hangat dan nyaman. Satu atau dua balok es pada dinding perlu dilepas untuk membuat jendela dan ventilasi agar ruangan dalam igloo tidak gelap ketika pintu dari balok salju ditutup.

Igloo merupakan konstruksi kubah yang unik, karena dibangun dari balok-balok yang saling menopang satu sama lainnya tanpa menggunakan struktur rangka. Bila dibangun dengan benar, bagian atap kubah igloo sanggup menahan berat satu orang yang berdiri di atasnya. Panas dari lampu tradisional Inuit yang disebut qulliq bisa melumerkan es pada bagian dalam igloo, tapi bagian es yang mencair bisa segera beku kembali dan membentuk lembaran es baru yang menambah kekuatan bangunan igloo.

Ruang tidur terletak di bagian dalam rumah yang lebih tinggi daripada ruangan yang ada di dekat pintu masuk. Bagian dalam igloo yang lebih rendah merupakan ruangan tempat udara dingin berkumpul, karena udara dingin yang mempunyai berat jenis tinggi mengalir ke bawah. Sebaliknya, udara panas yang mempunyai berat jenis rendah mengalir ke atas, sehingga ruang tidur tetap hangat bila dipasang pemanas, lampu, atau tidur dengan hanya memakai selimut.

Modifikasi

Orang Inuit Tengah, khususnya yang tinggal di Selat Davis, melapisi ruang keluarga dengan kulit hewan. Suhu ruangan dalam igloo yang dilapisi kulit hewan bisa 2 °C hingga 10-20 °C lebih hangat dibandingkan tanpa pelapis.

Sumber :

Kamis, 23 Desember 2010

Fabel | Berusia 1000 Tahun di Indonesia

Fabel, diambil dari bahasa Belanda adalah cerita yang menggunakan hewan sebagai tokoh utamanya. Misalnya Kisah Kancil dan Buaya.Tahukah Edian Lover bahwa Fabel sudah ada pada zaman dahulu kala ? Dan tahukan kembali , bahwa banyak cerita Fabel yang diukir pada banyak candi di Indonesia ?

Mari bersama - sama menyimak satu cerita Fabel yang diukir di sebuah Candi Sojiwan yang terletak di desa Kebon Dalem Kidul, kecamatan Prambanan, kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi Sojiwan adalah sebuah candi Buddhis. Menurut beberapa prasasti yang sekarang disimpan di Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta, candi Sojiwan kurang lebih dibangun antara tahun 842 dan 850 Masehi. Candi ini dibangun kurang lebih pada saat yang sama dengan candi Plaosan.


Nah disinilah Sebuah Cerita Fabel Perlombaan Garuda Dan Kura - Kura diukir disalah satu sisi dari pada candi tersebut. Kembali kalau kita lihat dari tahun pembangunan candi tersebut dapat kita ketahui bahwa hampir 1000 tahun fabel itu berada. Wow , menajubkan !!! Baik Sahabat Edian Lovers semua, inilah penggalan dari cerita Fabel Perlombaan Garuda Dan Kura - Kura :

Alkisah adalah seekor kura-kura tua yang menjadi pemimpin sekelompok kura-kura. Ia sangat berprihatin karena setiap hari anggota kelompoknya pasti ada yang dimangsa oleh Garuda. Maka ia berpikir-pikir mencari siasat. Lalu ia berdiskusi dengan kura-kura lainnya supaya lolos dari sang Garuda.

Lalu si kura-kura tua memiliki sebuah siasat. Mereka bertaruhan dengan sang Garuda. Bercepat-cepatan terbang menyeberang laut. Kalau kalah, maka semua kura-kura tetap dimakan sang Garuda. Namun jika menang, mereka akan berhenti menjadi makanan sang Garuda.

Para kura-kura ragu bagaimana bisa mengalahkan sang Garuda, bahkan bertaruhan akan menyeberang lautan.

Maka sang kura-kura tua menjawab bahwa mereka tidak usah khawatir, ia punya siasat. Katanya: “Pasti akan kalahlah sang Garuda oleh kalian. Turutilah semua kataku. Berjajarlah satu sama lain di dalam laut. Isilah lautan dengan penuh sampai di pinggir olehmu. Kalau sang Garuda memanggil, menyahutlah dulu yang di depan sang Garuda, semuanya begitu satu-satu sampai di pinggir. Sapalah duluan, siapapun yang dijumpai olehnya.”

Begitulah inti diskusi mereka diharapkan supaya tidak dimangsa lagi. Maka tersusunlah mereka di dalam lautan lalu datanglah sang Garuda meminta makanannya.

Sahut si kura-kura tua, katanya: “Aduh wahai sang Raja Burung, nanti akan saya berikan makanan anda. Lawanlah kami dulu. Memang kami ingin bertaruhan dengan anda. Bercepat-cepatan menyeberang laut. Kalau kami kalah, ya anda dapat memakan kami. Tetapi jika anda kalah, berhentilah memangsa kami sampai dengan keturunan kami di masa depan!”

Begitulah kata si kura-kura, tertawalah sang Garuda, kemudian katanya: “Wahai kura-kura asal kalian patuhi omonganmu saja. Kalian berani menantangku bertaruhan? Kapankah kalian bisa menang? Pastilah kalah!” Begitu kata mereka berdua dan keduanya setuju.

Segeralah kemudian melayang sang Garuda, sedangkan semua kura-kura sudah tersusun sebelumnya dari batas dan pinggir lautan. Sampai sudah sang Garuda di tengah laut dan memanggillah ia si kura-kura yang dengan segera menyahutinya.

Masing-masing yang dijumpainya dari depan sama-sama mendahului teriakan sang Garuda: “Hah anda tertinggal wahai sang Garuda!” Begitulah kata semua kura-kura menjawab.

Sang Garuda berkata: “Aduh cepat sekali kalian, sungguh lelah saya!” Kemudian ia melayang. Ia mempercepat penerbangannya. Baru saja kelihatan tepi lautan pantai utara olehnya. Terlihat si kura-kura sudah sampai dan bersantai-santai, katanya dengan tenang: “Aduh lama Tuan saya menunggu kedatangan anda. Saya capai dan lesu, terhenti melaju sampai kedatangan Tuan.”

Sahut sang Garuda: “Aduh kalian sungguh kencang. Saya mengaku kalah.” Maka sang Garuda sungguh sudah berhenti memangsa kura-kura bahkan sampai sekarang juga.

Semoga bermanfaat.

Senin, 29 November 2010

Kidung Sunda | Sebuah Tragedi Cinta Raja Hayam Wuruk


Kidung Sunda adalah sebuah karya sastra dalam bahasa Jawa Pertengahan berbentuk tembang (syair) dan kemungkinan besar berasal dari Bali. Dalam kidung ini dikisahkan prabu Hayam Wuruk dari Majapahit yang ingin mencari seorang permaisuri, kemudian beliau menginginkan putri Sunda yang dalam cerita ini tak memiliki nama. Namun patih Gajah Mada tidak suka karena orang Sunda dianggapnya harus tunduk kepada orang Majapahit . Kemudian terjadi perang besar-besaran di Bubat, pelabuhan tempat berlabuhnya rombongan Sunda. Dalam peristiwa ini rombongan Kerajaan Sunda dibantai dan putri Sunda yang merasa pilu akhirnya bunuh diri.

Ringkasan Kidung Sunda


Pupuh I


Hayam Wuruk, raja Majapahit ingin mencari seorang permaisuri untuk dinikahi. Maka beliau mengirim utusan-utusan ke seluruh penjuru Nusantara untuk mencarikan seorang putri yang sesuai. Mereka membawa lukisan-lukisan kembali, namun tak ada yang menarik hatinya. Maka prabu Hayam Wuruk mendengar bahwa putri Sunda cantik dan beliau mengirim seorang juru lukis ke sana. Setelah ia kembali maka diserahkan lukisannya. Saat itu kebetulan dua orang paman prabu Hayam Wuruk, raja Kahuripan dan raja Daha berada di sana hendak menyatakan rasa keprihatinan mereka bahwa keponakan mereka belum menikah.

Maka Sri Baginda Hayam Wuruk tertarik dengan lukisan putri Sunda. Kemudian prabu Hayam Wuruk menyuruh Madhu, seorang mantri ke tanah Sunda untuk melamarnya.

Madhu tiba di tanah Sunda setelah berlayar selama enam hari kemudian menghadap raja Sunda. Sang raja senang, putrinya dipilih raja Majapahit yang ternama tersebut. Tetapi putri Sunda sendiri tidak banyak berkomentar.

Maka Madhu kembali ke Majapahit membawa surat balasan raja Sunda dan memberi tahu kedatangan mereka. Tak lama kemudian mereka bertolak disertai banyak sekali iringan. Ada dua ratus kapal kecil dan jumlah totalnya adalah 2.000 kapal, berikut kapal-kapal kecil.

Namun ketika mereka naik kapal, terlihatlah pratanda buruk. Kapal yang dinaiki Raja, Ratu dan Putri Sunda adalah sebuah “jung Tatar (Mongolia/Cina) seperti banyak dipakai semenjak perang Wijaya.” (bait 1. 43a.)

Sementara di Majapahit sendiri mereka sibuk mempersiapkan kedatangan para tamu. Maka sepuluh hari kemudian kepala desa Bubat datang melapor bahwa rombongan orang Sunda telah datang. Prabu Hayam Wuruk beserta kedua pamannya siap menyongsong mereka. Tetapi patih Gajah Mada tidak setuju. Ia berkata bahwa tidaklah seyogyanya seorang maharaja Majapahit menyongsong seorang raja berstatus raja vazal seperti Raja Sunda. Siapa tahu dia seorang musuh yang menyamar.

Maka prabu Hayam Wuruk tidak jadi pergi ke Bubat menuruti saran patih Gajah Mada. Para abdi dalem keraton dan para pejabat lainnya, terperanjat mendengar hal ini, namun mereka tidak berani melawan.

Sedangkan di Bubat sendiri, mereka sudah mendengar kabar burung tentang perkembangan terkini di Majapahit. Maka raja Sunda pun mengirimkan utusannya, patih Anepakěn untuk pergi ke Majapahit. Ia disertai tiga pejabat lainnya dan 300 serdadu. Mereka langsung datang ke rumah patih Gajah Mada. Di sana beliau menyatakan bahwa Raja Sunda akan bertolak pulang dan mengira prabu Hayam Wuruk ingkar janji. Mereka bertengkar hebat karena Gajah Mada menginginkan supaya orang-orang Sunda bersikap seperti layaknya vazal-vazal Nusantara Majapahit. Hampir saja terjadi pertempuran di kepatihan kalau tidak ditengahi oleh Smaranata, seorang pandita kerajaan. Maka berpulanglah utusan raja Sunda setelah diberi tahu bahwa keputusan terakhir raja Sunda akan disampaikan dalam tempo dua hari.

Sementara raja Sunda setelah mendengar kabar ini tidak bersedia berlaku seperti layaknya seorang vazal. Maka beliau berkata memberi tahukan keputusannya untuk gugur seperti seorang ksatria. Demi membela kehormatan, lebih baik gugur daripada hidup tetapi dihina orang Majapahit. Para bawahannya berseru mereka akan mengikutinya dan membelanya.

Kemudian raja Sunda menemui istri dan anaknya dan menyatakan niatnya dan menyuruh mereka pulang. Tetapi mereka menolak dan bersikeras ingin tetap menemani sang raja.


Pupuh II (Durma)


Maka semua sudah siap siaga. Utusan dikirim ke perkemahan orang Sunda dengan membawa surat yang berisikan syarat-syarat Majapahit. Orang Sunda pun menolaknya dengan marah dan perang tidak dapat dihindarkan.

Tentara Majapahit terdiri dari prajurit-prajurit biasa di depan, kemudian para pejabat keraton, Gajah Mada dan akhirnya prabu Hayam Wuruk dan kedua pamannya.

Pertempuran dahsyat berkecamuk, pasukan Majapahit banyak yang gugur. Tetapi akhirnya hampir semua orang Sunda dibantai habisan-habisan oleh orang Majapahit. Anepakěn dikalahkan oleh Gajah Mada sedangkan raja Sunda ditewaskan oleh besannya sendiri, raja Kahuripan dan Daha. Pitar adalah satu-satunya perwira Sunda yang masih hidup karena pura-pura mati di antara mayat-mayat serdadu Sunda. Kemudian ia lolos dan melaporkan keadaan kepada ratu dan putri Sunda. Mereka bersedih hati dan kemudian bunuh diri. Semua istri para perwira Sunda pergi ke medan perang dan melakukan bunuh diri massal di atas jenazah-jenazah suami mereka.


Pupuh III (Sinom)


Prabu Hayam Wuruk merasa cemas setelah menyaksikan peperangan ini. Ia kemudian menuju ke pesanggaran putri Sunda. Tetapi putri Sunda sudah tewas. Maka prabu Hayam Wurukpun meratapinya ingin dipersatukan dengan wanita idamannya ini.

Setelah itu, upacara untuk menyembahyangkan dan mendoakan para arwah dilaksanakan. Tidak selang lama, maka mangkatlah pula prabu Hayam Wuruk yang merana.

Setelah beliau diperabukan dan semua upacara keagamaan selesai, maka berundinglah kedua pamannya. Mereka menyalahkan Gajah Mada atas malapetaka ini. Maka mereka ingin menangkapnya dan membunuhnya. Kemudian bergegaslah mereka datang ke kepatihan. Saat itu patih Gajah Mada sadar bahwa waktunya telah tiba. Maka beliau mengenakan segala upakara (perlengkapan) upacara dan melakukan yoga samadi. Setelah itu beliau menghilang (moksa) tak terlihat menuju ketiadaan (niskala).

Maka raja Kahuripan dan raja Daha, yang mirip "Siwa dan Buddha" berpulang ke negara mereka karena Majapahit mengingatkan mereka akan peristiwa memilukan yang terjadi.


Beberapa cuplikan teks


Prabu Hayam Wuruk yang meratapi Putri Sunda yang telah tewas (bait 3.29 – 3. 33)

  • Sireñanira tinañan, unggwani sang rajaputri, tinuduhakÄ›n aneng made sira wontÄ›n aguling, mara sri narapati, katÄ›mu sira akukub, perÄ›mas natar ijo, ingungkabakÄ›n tumuli, kagyat sang nata dadi atÄ›mah laywan.

  • WÄ›nÄ›sning muka angraras, netra dumÄ›ling sadidik, kang lati angrawit katon, kengisning waja amanis, anrang rumning srigading, kadi anapa pukulun, ngke pangeran marÄ›ka, tinghal kamanda punyaningsun pukulun, mangke prapta angajawa.

  • Sang tan sah aneng swacita, ning rama rena inisti, marmaning parÄ›ng prapta kongang mangkw atÄ›mah kayêki, yan si prapta kang wingi, bangiwen pangeraningsun, pilih kari agÄ›sang, kawula mangke pinanggih, lah palalun, pangdaning Widy angawasa.

  • Palar-palarÄ›n ing jÄ›mah, pangeran sida kapanggih, asisihan eng paturon, tan kalangan ing duskrÄ›ti, sida kâptining rawit, mwang rena kalih katuju, lwir mangkana panapanira sang uwus alalis, sang sinambrama lÄ›nglÄ›ng amrati cita.

  • Sangsaya lara kagagat, pÄ›tÄ›ng rasanikang ati, kapati sira sang katong, kang tangis mangkin gumirih, lwir guruh ing katrini, matag panÄ›dÄ›ng ing santun, awor swaraning kumbang, tangising wong lanang istri, arÄ›rÄ›b-rÄ›rÄ›b pawraning gÄ›lung lukar.

Alihbahasa:

· Maka ditanyalah dayang-dayang di manakah gerangan tempat Tuan Putri. Diberilah tahu berada di tengah ia, tidur. Maka datanglah Sri Baginda, dan melihatnya tertutup kain berwarna hijau keemasan di atas tanah. Setelah dibuka, terkejutlah sang Prabu karena sudah menjadi mayat.

· Pucat mukanya mempesona, matanya sedikit membuka, bibirnya indah dilihat, gigi-giginya yang tak tertutup terlihat manis, seakan menyaingi keindahan sri gading. Seakan-akan ia menyapa: “Sri Paduka, datanglah ke mari. Lihatlah kekasihnda (?), berbakti, Sri Baginda, datang ke tanah Jawa.

· Yang senantiasa berada di pikiran ayah dan ibu, yang sangat mendambakannya, itulah alasannya mereka ikut datang. Sekarang jadinya malah seperti ini. Jika datang kemarin dulu, wahai Rajaku, mungkin masih hidup dan sekarang dinikahkan. Aduh sungguh kejamlah kuasa Tuhan!

· Mari kita harap wahai Raja, supaya berhasil menikah, berdampingan di atas ranjang tanpa dihalang-halangi niat buruk. Berhasillah kemauan bapak dan ibu, keduanya.” Seakan-akan begitulah ia yang telah tewas menyapanya. Sedangkan yang disapa menjadi bingung dan merana.

· Semakin lama semakin sakit rasa penderitaannya. Hatinya terasa gelap, beliau sang Raja semakin merana. Tangisnya semakin keras, bagaikan guruh di bulan Ketiga*, yang membuka kelopak bunga untuk mekar, bercampur dengan suara kumbang. Begitulah tangis para pria dan wanita, rambut-rambut yang lepas terurai bagaikan kabut.


Bulan Ketiga kurang lebih jatuh pada bulan September, yang masih merupakan musim kemarau. Jadi suara guruh pada bulan ini merupakan suatu hal yang tidak lazim.


Kamis, 25 November 2010

Tahukah Edian


"... bahwa otak manusia Neanderthal 100cc lebih besar daripada otak manusia modern?"

"... bahwa Robert Redford, Steve McQueen, dan Paul Newman menolak tawaran kontrak sebesar AS$4 juta untuk peranan utama dalam film Superman? Sementara itu, Christopher Reeve hanya dibayar AS$250.000 untuk peran tersebut!"



"... bahwa paus biru, mamalia terbesar, beratnya 50 ton ketika baru dilahirkan? Setelah dewasa, beratnya dapat mencapai 150 ton."

"... bahwa Napoleon Bonaparte menderita ailurofobia, yaitu rasa takut terhadap kucing?"
"... bahwa pada akhir Perang Saudara Amerika Serikat, 33% dari semua uang kertas Amerika Serikat yang beredar adalah palsu?" Pada 5 Juli 1865 Dinas Rahasia dibentuk sebagai bagian dari Departemen Keuangan untuk memerangi uang palsu."

"... bahwa Charlemagne, kaisar Frankia, tidak dapat menulis? Ia pernah belajar menulis di atas batu tulis, namun ia mengaku tidak pernah menguasai kecakapan itu. Meskipun demikian, ia dapat membaca."
Sumber Wikipedia

Jumat, 19 November 2010

Penerimaan CPNS Jombang 2010

Kamis, 18 November 2010

Kenisah Rakyat | Tragedi Bunuh Diri Massal 18 Nov 1978

Kenisah Rakyat, yang aslinya dibentuk sebagai Sayap Kebebasan pada 1954, adalah sebuah organisasi keagamaan yang didirikan pada 1955 oleh Pendeta James Warren Jones (Jim Jones). Pada 1960 organisasi ini berafiliasi dengan denominasi Protestan, Murid-murid Kristus. Afiliasi ini merupakan upaya yang berhasil untuk meningkatkan keanggotaan kelompok ini yang makin berkurang dan memulihkan reputasinya. Kenisah Rakyat dikenal karena bunuh diri missal yang terjadi di Jonestown, Guyana, pada 18 November 1978.

Asal-usul

Jones mendirikan Kenisah Rakyat di Indianapolis, Indiana pada 1950-an. Mulai tahun 1965, Jones dan jemaatnya pindah ke Redwood Valley, California. Gereja Redwood Valley resminya dibuka pada 1969. Setelah Jones mulai serangkaian rekrutmen di San Francisco dan Los Angeles keanggotaan di Kenisah Rakyat meningkat dari sekitar 700 pada 1970 hingga 2.200 pada 1972. Jumlah tertinggi dari anggota Kenisah Rakyat yang sesungguhnya adalah sekitar 3.000 orang, meskipun kelompok ini seringkali membesar-besarkan angkanya.

Jones dan gerejanya memperoleh reputasi karena membantu warga kota yang paling miskin, khususnya kaum minoritas rasial, para pecandu obat biuas dan kaum tuna wisma. Dapur-dapur makanan, pusat-pusat asuhan, dan klinik-klinik medis untuk orang-orang lanjut usia didirikan, bersama-sama dengan program-program konseling untuk para pelacur dan pecandu obat bius yang ingin mengubah hidupnya. Kenisah Rakyat membangun hubungan yang kuat dengan sistem kesejahteraan negara bagian California. Pada 1970-an, Kenisah Rakyat memiliki dan mengelola sekurang-kurangnya 9 panti jompo, enam rumah untuk anak-anak asuh, dan sebuah tanah peternakan seluas 40 acre untuk orang-orang yang cacat mental. Mereka mempunyai program bantuan bea siswa dan asrama di Santa Rosa Junior College. Para pemimpin Kenisah menangani klaim-klaim asuransi para anggotanya serta masalah-masalah hukum mereka, dan berperan sebagai kelompok advokasi bagi para klien mereka. Karena alasan-alasan ini, sosiolog John Hall menggambarkan Kenisah Rakyat sebagai sebuah "birokrasi karismatis", yang berorientasi kepada Jones sebagai pemimpin karismatis, namun berfungsi sebagai sebuah organisasi biroraksi pelayanan sosial.

Meskipun sebagian gambaran tentang Kenisah Rakyat menekankan kontrol otokratis Jones atas para pengikutnya, pada kenyataannya, organisasi ini mempunyai struktur kepemimpinan yang kompleks, dengan kekuasaan pengambilan keputusan yang menyebar secara tidak merata di antara anggota-anggotanya. Di pusatnya, Kenisah Rakyat dipimpin oleh Jones dan orang-orang dekatnya, tetapi anggota-anggota dari Komisi Perencanaan juga mempunyai banyak kekuasaan. Komisi Perencanaan (termasuk sekitar 100 orang anggota) bertanggung jawab untuk operasi Kenisah sehari-hari.

Kontroversi

Beberapa laporan yang mengganggu mulai muncul ketika segelintir anggota mulai meninggalkan kelompok ini. Dilaporkan bahwa Jones mencuri dari anggota-anggotanya, memalsukan penyembuhan-penyembuhan ilahi, menghukum anggota-anggotanya dengan keras, mempraktikkan sodomi, dan menganggap dirinya sebagai Mesias yang baru.

Saat itu, para wartawan, penegak hukum, dan politikus memperlihatkan minatnya pada Kenisah Rakyat. Jones bereaksi dengan banyak pidato yang penuh kemarahan kepada para pengikutnya, yang isinya klaim-klaim bahwa para pembelotnya itu berdusta, dan bahwa dunia luar sedang berusaha menghancurkan mereka. Pada saat yang sama, sejumlah anggotanya yang kian bertambah melaporkan pelecehan di lingkungan Kenisah Rakyat. Para sanak keluarga anggotanya juga menekankan bahwa anggota-anggota kelompok itu dipaksa untuk tidak keluar, meskipun mereka sendiri sesungguhnya tidak mau.

Pindah ke Guyana

Jones bereaksi kepada penyelidikan yang kian meningkat dengan memindahkan para pengikutnya yang terdiri dari lebih dari 900 orang ke Guyana. Para pengikutnya ini dijanjikan sebuah surga tropis, yang bebas dari apa yang digambarkan sebagai dunia luar yang kejam, namun ketika mereka tiba, mereka dipaksa bekerja atas perintah-perintah Jones, dan bersama-sama mereka membangun Jonestown.

Kunjungan oleh anggota Kongres Ryan

Pada November 1978, kelompok ini dikunjungi di Jonestown oleh Leo Ryan, seorang anggota Kongres AS dari San Francisco, California, yang melakukan penyelidikan tentang klaim-klaim pelecehan di dalam kelompok ini. Pada kunjungan ini, sejumlah anggota Kenisah mengungkapkan keinginan mereka untuk ikut bersamanya meninggalkan Guyana. Karena itu seluruh kelompok ini kemudian ikut bersamanya ke lapangan terbang setempat. Di sana para anggota keamanan Kenisah menembaki kelompok ini, membunuh anggota Kongres Ryan, tiga orang wartawan dan seorang anggota Kenisah yang ingin pergi. Penembakan-penembakan ini direkam dalam film oleh salah seorang wartawan yang tewas dalam serangan itu.

Pembantaian Jonestown

Belakangan hari itu, Jones memerintahkan jemaatnya untuk meminum Flavor Aid yang diberi sianida. Bunuh diri massal ini dikenal sebagai pembantaian Jonestown. Mereka yang menolak untuk melakukan bunuh diri ditembak, dicejik, atau disuntik dengan sianida. Jones ditemukan dengan sebuah luka tembak di kepalanya. Berdasarkan investigasi, tubuhnya mengandung obat-obat bius dalam dosis yang tinggi. Total 913 orang yang tewas, termasuk 276 anak-anak (sebagian mengatakan 911 mati )

Sesudahnya

Tak lama setelah bunuh diri missal ini, gedung yang menjadi rumah Kenisah Rakyat di San Francisco — yang terletak di 1849 Geary Boulevard di lingkungan Western Addition kota ini — dihancurkan, dan properti ini tidak pernah dibangun, hingga akhirnya Dinas Pos Amerika Serikat membuka sebuah kantor pos di lokasi tersebut lebih dari 20 tahun kemudian. Nomor telepon Kenisah, — WAlnut 1-9654 — tak pernah diberikan kepada pelanggan yang lain. Lokasi aslinya di Indianapolis kini berdiri Phoenix Theatre.

Nama-nama yang mirip

Kenisah Rakyat (Peoples Temple) tidak boleh dikacaukan dengan The Temple of the People, sebuah organisasi keagamaan yang berorientasi teosofi yang berkantor pusat di Halcyon, California, atau Peoples Church, sebuah gereja independen yang berafiliasi dengan Sidang Jemaat Allah di Fresno, California.

Kutipan
* "Bila anda bertemu dengan orang-orang yang paling ramah yang pernah anda kenal, yang memperkenalkan anda dengan sekelompok orang yang paling mengasihi yang pernah anda jumpai, dan anda temukan pemimpinnya sebagai yang paling memukau, peduli, penuh kasih saying, dan pengertian yang pernah anda jumpai, dan kemudian anda belajar perjuangan kelompok ini sebagai sesuatu yang tidak pernah anda harapkan akan tercapai, dan bahwa semuanya ini kedengarannya terlalu indah untuk menjadi kenyataan – barangkali memang semuanya terlalu indah untuk menjadi kenyataan! Jangan tinggalkan pendidikanmu, harapanmu, dan ambisi-ambisimu untuk mengejar pelangi. " oleh Jeannie Mills — alias Deanna Mertle — yang menjadi salah seorang pembelot awal dari Kenisah Rakyat, pengarang buku "Six years with God," dan yang ikut mendirikan Kerabat Peduli dan Pusat Kebebasan Manusia. Jeannie Mills dibunuh pada 1980, bersama-sama dengan suami dan anak perempuannya.
Galeri Tragedi Massal Kenisah Rakyat :

Dengarkan Dokumentasinya Disini :


Transkrip Suara ada disini :

Semoga Dosa semua Korban diampuni oleh Tuhan Yang Maha Esa. Semoga Kejadian Ini Tidak Terulang kembali, Mari Bersama - sama mendekatkan diri Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Amiien ...

Sabtu, 13 November 2010

Updatebanget.com | Search Engine Buatan Lokal

Hoammmzzzz .......

Sambil menikmati " sumuknya " [baca:panas] kota Jombang raya ayo belajar bareng. Hehehehehehehe , belajar apaan ? Belajar mencari sesuatu di search engine yuk.

Search Engine itu apa ?

Search engine adalah situs yang khusus untuk mencari apapun. Contone : Google.com, Yahoo.com, Bing.com dll. Nah pasti semua tahu.

Ya biasa dunk itu , anak sd di jombang dah hapal itu situs.

hehehehehehehe,,,,, ya iyalah , wong itu jujukan pertama orang main diinternet. Gini - gini , ceritane gini. Pernah ngga merasakan kalau search engine berasa lola [loading lama] atau ngga conect conect ? waduh pusing dech, bakalan ngga selesai tugas skul atau apalah yang dicari.

Nah , kini ada solusinya kawan semua. Memang terkadang google dkk search engine ngadat atawa lemot karena memang server mereka ada diluar negeri nun jauh disana. Tapi sekarang ada satu search engine yang dibuat oleh lokal. Indonesia.

Yups namanya Updatebanget.com. Walau isinya atau search engine masih ada 3 biji, yaitu News, Blog, Forum sahaja tapi ini menjadi satu buah titik cerah pengganti search engine luar negeri yang sedang lemot, lola atau apa aja dech.

So kalau kamu butuh search engine untuk mengerjakan tugas sekull atau apa aja dan search engine biasanya sedang lemot. Coba search engine ini. Klik Langsung ae Updatebanget.com

Oh Ya .... Ini Screen shoot situs ini :



Selamat Mencoba.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Al-Khansa | Cinta sejati Seorang Ibu


Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam bentuk syair. Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr :

“Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang . Aku pula masih teringatkan dia setiap mega hilang dii ufuk barat Kalaulah tidak kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas mayat-mayat mereka, nescaya aku bunuh diriku.”

Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diajar ilmu bersyair dna dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah diserahkan untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa telah mengajar anaknya sejak kecil lagi agar jangan takut menghadapi peperangan dan cabaran.

Pada tahun 14 Hijrah, Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang Farsi. Semua Islam dari berbagai kabilah telah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka terkumpullah seramai 41,000 orang tentera. Khansa telah mengerahkan keempat-empat puteranya agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu. Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuan tentera Islam.

Dengarlah nasihat Khansa kepada putera-puteranya yang sebentar lagi akan ke medan perang, “Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan rela hati. Kemudian kamu berhijrah dengan sukarela pula. Demi Allah, yang tiada tuhan selain Dia, sesungguhnya kamu sekalian adalah putera-putera dari seorang lelaki dan seorang wanita. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, aku tidak pernah memburuk-burukkan saudara-maramu, aku tidak pernah merendahkan keturuna kamu, dan aku tidak pernah mengubah perhubungan kamu. Kamu telah tahu pahala yang disediakan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir itu. Ketahuilah bahwasaya kampung yang kekal itu lebih baik daripada kampung yang binasa.”

Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imran yang bermaksud, “Wahai orang yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu, dan teguhkanlah kedudukan kamu, dan patuhlah kepada Allah, moga-moga menjadi orang yang beruntung.” Putera-putera Khansa tertunduk khusyuk mendengar nasihat bonda yang disayanginya.

Seterusnya Khansa berkata, “Jika kalian bangun esok pagi, insya Allah dalam keadaan selamat, maka keluarlah untuk berperang dengan musuh kamu. Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan dari Allah. Jika kamu melihat api pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan yang sedang bergejolak, masuklah akmu ke dalamnya. Dan dapatkanlah puncanya ketika terjadi perlagaan pertempurannya, semoga kamu akan berjaya mendapat balasan di kampung yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal.”

Subuh esoknya semua tentera Islam sudah berada di tikar sembahyang masing-masing untuk mengerjakan perintah Allah iaitu solat Subuh, kemudian berdoa moga-moga Allah memberikan mereka kemenangan atau syurga. Kemudian Saad bin Abu Waqas panglima besar Islam telah memberikan arahan agar bersiap-sedia sebaik saja semboyan perang berbunyi. Perang satu lawan satu pun bermula dua hari. Pada hari ketiga bermulalah pertempuran besar-besaran. 41,000 orang tentera Islam melawan tentera Farsi yang berjumlah 200,000 orang. Pasukan Islam mendapat tentangan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan Allah.

Putera-putera Khansa maju untuk merebut peluang memasuki syurga. Berkat dorongan dan nasihat dari bondanya, mereka tidak sedikit pun berasa takut. Sambil mengibas-ngibaskan pedang, salah seorang dari mereka bersyair,

“Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah memanggil kita semalam dan membekalkan nasihat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya bernas dan berfaedah. Insya Allah akan kita buktikan sedikit masa lagi.”

Kemudian ia maju menetak setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul pula oleh anak kedua maju dan menentang setiap musuh yang mencabar. Dengan semangat yang berapi-api ia bersyair,

“Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasihat dari ibu tua kami Nasihatnya wajib ditaati dengan ikhlas dan rela hati Segeralah bertempur, segeralah bertarung dan menggempur mush-musuh bersama-sama Sehingga kau lihat keluarga Kaisar musnah.”

Anak Khansa yang ketiga pula segera melompat dengan beraninya dan bersyair,

“Sungguh ibu tua kami kuat keazamannya, tetap tegas tidak goncang Beliau telah menggalakkan kita agar bertindak cekap dan berakal cemerlang Itulah nasihat seorang ibu tua yang mengambil berat terhadap anak-anaknya sendiri Mari! Segera memasuki medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri Dapatkan kemenangan yang bakal membawakegembiraan di dalam hati Atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi.”

Akhir sekali anak keempat menghunus pedang dan melompat menyusul abang-abangnya. Untuk menaikkan semangatnya ia pun bersyair

“Bukanlah aku putera Khansa’, bukanlah aku anak jantan Dan bukanlah pula kerana ‘Amru yang pujiannya sudah lama terkenal Kalau aku tidak membuat tentera asing yang berkelompok-kelompok itu terjunam ke jurang bahay, dan musnah mangsa oleh senjataku.”

Bergelutlah keempat-empat putera Khansa dengan tekad bulat untuk mendapatkan syurga diiringi oleh doa munajat bondanya yang berada di garis belakang. Pertempuran terus hebat. Tentera Islam pada mulanya kebingungan dan kacau kerana pada mulanya tentera Farsi menggunakan tentera bergajah di barisan hadapan, sementara tentera berjalan kaki berlindung di belakang binatang tahan lasak itu. Namun tentera Islam dapat mencederakan gajah-gajah itu dengan memanah mata dan bahagian-bahagian lainnya. Gajah yang cedera itu marah dengan menghempaskan tuan yang menungganginya, memijak-mijak tentera Farsi yang lannya. Kesempatan ini digunakan oleh pihak Islam untuk memusnahkan mereka. Panglima perang bermahkota Farsi dapat dipenggal kepalanya, akhirnya mereka lari lintang-pukang menyeberangi sungai dan dipanah oleh pasukan Islam hingga air sungai menjadi merah. Pasukan Farsi kalah teruk, dari 200,000 tenteranya hanya sebahagian kecil saja yang dapat menyelamatkan diri.

Umat Islam lega. Kini mereka mengumpul dan mengira tentera Islam yang gugur. Ternyata yang beruntung menemui syahid di medan Kadisia itu berjumlah lebih kurang 7,000 orang. Dan daripada 7,000 orang syuhada itu terbujur empat orang adik-beradik Khansa. Seketika itu juga ramailah tentera Islam yang datang menemui Khansa memberitahukan bahwa keempat-empat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak bergoncang. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan,

“Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengahrapkan darii Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!”

Al-Khansa kembali semula ke Madinah bersama para perajurit yang masih hidup dengan meninggalkan mayat-mayat puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperanan itu pula wanita penyair ini mendapat gelaran kehormatan ‘Ummu syuhada yang artinya ibu kepada orang-orang yang mati syahid.”

Dikirim oleh Higashikuni Adachi